Selasa, 18 Januari 2011

Kolesistitis (Penyakit Batu Empedu)

Hingga dekade ke-6, 20% wanita dan 10% pria menderita batu empedu dan prevalensinya meningkat dengan bertambahnya usia, walaupun umumnya selalu pada wanita. Dalam masyarakat Barat, batu yang terbanyak ditemukan adalah batu kolesterol atau campuran kolesterol-kalsium bilirubin. Patogenesisnya tidak seluruhnya dimengerti, namun faktor-faktor yang dapat membentuk empedu litogenik mencakup peningkatan kandungan kolesterol, berkurangnya asam empedu dan stasis biliaris. Pada sebagian besar kasus, batu empedu adalah asimtomatik dan hanya 10% mengalami gejala setelah 5 tahun. Batu empedu menyebabkan 3 kelainan utama: kolesistitis, kolik biliaris dan koledokolitiasis.

KOLESISTITIS
Impaksi batu empedu dalam duktus sistikus merupakan penyebab tersering dari kolesistitis. Penyebab yang lebih jarang mencakup infeksi primer misalnya Salmonella typhi atau Ascaris lumbricoides, trauma, pembedahan, kemoterapi dan TPN.

Gambaran klinis
Gejala: Nyeri kuadran kanan atas, seringkali dengan penyebaran ke bahu kanan, mual, muntah dan demam.

Tanda: Nyeri tekan kuadran kanan atas, nyeri tekan kandung empedu yang dapat diperlihatkan pada inspirasi (tanda Murphy), kandung empedu biasanya tidak dapat diraba dan ikterus pada sebagian kecil pasien.

Investigasi
- FBC biasanya memperlihatkan suatu leukositosis
- Sinar-X abdomen memperlihatkan batu radioopak pada sebagian kecil kasus dan kadang-kadang suatu sentinel- loop atau adanya udara dalam cabang-cabang biliaris
- US memperlihatkan batu kandung empedu dan penebalan dari mukosa
- Skaning radio-isotopik (HIDA; PIPIDA) berguna dalam menemukan obstruksi dari duktus sistikus.

Penyulit
Empiema, gangren dan perforasi kandung empedu, pankreatitis, abses perihepatik, piemia porta dan septikemi. Penatalaksanaan Mula-mula suportif dengan cairan iv, analgetik dan antibiotik, misalnya amoksisilin dan tobramisin. Kolesistektomi yang dilakukan setelah pasien stahil merupakan pengobatan terpilih walaupun waktu dilakukannya pembedahan yaitu kolesistektomi dini atau tertunda (interval) masih kontroversial dan bergantung pada kondisi dan usia pasien. Kolesistektomi perkutaneus dapat diindikasikan pada pasien yang sakit berat.

Pustaka
Diagnosis dan Terapi Oleh Peter C. Hayes, Thomas W. Mackay

1 komentar:



  1. This is a great blog posting and very useful. I really appreciate the research you put into it.Superb!
    zell v platinum plus yang terbuat dari ekstrak sheep placenta .satu satunya produk anti aging terbaik yang ada di Indonesia dan yang pertama di

    Asia, dan phytogreen
    zell v platinum plus yang

    terbuat dari ekstrak sheep placenta .satu satunya produk anti

    aging terbaik yang ada di Indonesia dan yang pertama di Asia, dan phytogreen

    BalasHapus